Kategori:  Berita
Kamis, 28 April 2022 - 15:46 WIB

Penutupan Pelatihan Fungsional dan Teknis Kemetrologian, 20 April 2022

Pada tanggal 20 April 2022, telah dilakukan penutupan Pelatihan Fungsional Penera Terampil, Pelatihan Fungsional Pengawas Kemetrologian Angkatan 1 Tahun 2022, Pelatihan Teknis SUML Panjang 1, SUML Massa dan Manajemen Operasional Kemetrologian tahun 2022. Penutupan tersebut dilaksanakan melalui Zoom Meeting. Pelatihan Fungsional Kemetrologian terdiri dariPelatihan Fungsional Penera Terampil dan Fungsional Pengawas Kemetrologian Angkatan 1 Tahun 2022. Pelatihan tersebut telah terselenggara tanggal 15 Februari sampai dengan 20 April 2022 sebanyak 300 Jam Pelajaran (JP) secara blended learning.  Konsep blended learning terdiri dari pembelajaran mandiri, tatap muka maya, serta tatap muka langsung di PPSDK. Peserta pelatihan fungsional penera terampil telah melaksanakan kegiatan Orientasi Lapangan pada tanggal 13-14 April 2022. Adapun peserta pelatihan fungsional pengawas kemetrologian telah melaksanakan kegiatan orientasi lapangan pada tanggal 12,13,14 April 2022. Orientasi Lapangan dilaksanakan di 3 Unit Metrologi Legal (UML), yaitu UML Kota Cimahi, UML Kabupaten Bandung, dan UML Kabupaten Bandung Barat. Selama melaksanakan kegiatan Orientasi Lapangan, peserta dibantu dan dibimbing oleh mentor dari 3 UML dan coach dari Widyaiswara PPSDK serta Pengajar dari Direktorat Metrologi.

Penutupan pelatihan melalui Zoom Meeting

Peserta yang mengikuti Pelatihan Fungsional Penera Terampil Tahun 2022 hingga selesai berjumlah 25 (dua puluh lima) dengan rincian 23 orang berasal dari 19 Kab/Kota dan 2 orang dari Provinsi DKI Jakarta. Peserta yang mengikuti Pelatihan Fungsional Pengawas Kemetrologian Angkatan 1 Tahun 2022 hingga selesai berjumlah 19 (Sembilan belas) orang yang berasal12 kab/kota. Berdasarkan rekapitulasi nilai peserta, 25 orang peserta Pelatihan Fungsional Penera Terampil dan 19 orang peserta Pelatihan Fungsional Pengawas Kemetrologian dinyatakan lulus. Sedangkan Pelatihan Teknis terdiri dari:

  1. Pelatihan Verifikasi SUML Besaran Panjang 1 Tahun 2022 telah dilaksanakan sejak tanggal 5 – 13 April 2022 secara blended learning sebanyak 38 JP.
  2. Pelatihan Verifikasi SUML Besaran Massa AT Tahun 2022 telah dilaksanakan sejak tanggal 4 – 13 April 2022 secara blended learning sebanyak 64 JP.
  3. Pelatihan Manajemen Operasional Kemetrologian Tahun 2022 telah dilaksanakan sejak tanggal 4 – 14 April 2022 secara blended learning sebanyak 45 JP.

Peserta yang mengikuti Pelatihan Verifikasi SUML Besaran Panjang 1 sampai selesai berjumlah sebanyak 25 (dua puluh lima) peserta yang terdiri dari 5 (lima) orang berasal dari Balai Standardisasi Metrologi Legal (BSML), 2 (dua) orang berasal dari Provinsi DKI Jakarta dan 18 (delapan belas) orang berasal dari Kabupaten/Kota. Peserta yang mengikuti Pelatihan Verifikasi SUML Besaran Massa AT sampai selesai berjumlah sebanyak 38 (tiga puluh delapan) peserta yang terdiri dari 2 (dua) orang berasal dari BSML, 1 (satu) orang berasal dari Direktorat Metrologi, 1 (satu) orang berasal dari Provinsi DKI Jakarta dan 34 (tiga puluh empat) orang berasal dari Kabupaten/Kota. Peserta yang mengikuti Pelatihan Manajemen Operasional Kemetrologian Angkatan 1 sampai selesai berjumlah sebanyak 33 (tiga puluh tiga) peserta.

Foto Bersama Peserta Pelatihan Fungsional

Pelatihan menggunakan konsep blended learning dilakukan berdasarkan kemampuan psikotes peserta. Kepala PPSDK, Ibu Sri Astuti menyampaikan harapannya semoga melalui konsep blended learning peserta  bisa mendapatkan hasil lebih maksimal dalam hal kompetensi keterampilan, pengetahuan dan perilaku. Selanjutnya Ibu Sri Astuti menyampaikan selamat kepada peserta yang telah melaksanakan pelatihan fungsional. Ibu Sri Astuti memberikan nasehat kepada peserta pelatihan fungsional untuk segera mendaftarkan diri mengikuti pengangkatan jabatan fungsional melalui proses uji kompetensi. “Saya yakin uji kompetensi bisa lulus jika bapak/ibu mengikuti dengan baik apa yang disampaikan dan dilatih para widyaiswara maupun praktisi kemetrologian,” kata Ibu Sri Astuti. PPSDK mengeluarkan sementara surat keterangan telah lulus mengikuti pelatihan yang dapat digunakan untuk mendaftar uji kompetensi.

Untuk pelatihan teknis, Ibu Sri Astuti menyampaikan terkait dengan verifikasi. Keadilan akan terjadi jika standar yang digunakan dari bapak/ ibu mampu telusur. Terdapat 3 konsep dalam hal pelayanan kemetrologian yaitu metode yang digunakan mampu telusur, standar mampu telusur, orangnya juga harus mampu telusur.

Ibu Sri Astuti menyampaikan selamat kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan. Semoga apa yang diterima tidak menjadi hal yang percuma. Pekerjaan yang dilaksanakan harus bermanfaat bagi kita dan unit/kantor tempat kita mengabdi dan secara luas bermanfaat untuk Indonesia. Sehingga konsep tertib ukur bisa tercapai menuju Indonesia Emas 2045.